Transformasi digital membuat jaringan perusahaan menjadi semakin kompleks. Menurut laporan IBM Cost of a Data Breach, serangan yang melibatkan lateral movement menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya dampak dan biaya insiden keamanan siber. Kondisi ini membuat pendekatan keamanan tradisional yang hanya mengandalkan firewall tidak lagi memadai.
Di tengah kondisi tersebut, ancaman siber tidak selalu datang dari luar organisasi. Ketika satu perangkat berhasil disusupi malware atau ransomware, ancaman dapat bergerak ke berbagai sistem lain dalam jaringan dengan sangat cepat. Inilah alasan mengapa firewall saja tidak lagi cukup untuk melindungi keamanan jaringan modern.
Mengapa Firewall Saja Tidak Lagi Cukup?
Firewall tetap menjadi komponen penting dalam keamanan jaringan. Namun, firewall pada umumnya berfokus melindungi perimeter atau batas luar jaringan. Tantangan muncul ketika ancaman berhasil masuk melalui perangkat yang terinfeksi, akun yang dicuri, atau perangkat IoT yang rentan. Firewall tidak selalu mampu menghentikan penyebaran ancaman di dalam jaringan internal. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan tambahan seperti network segmentation dan access control untuk membatasi ruang gerak ancaman.
Apa Itu Network Segmentation?
Network segmentation adalah praktik membagi jaringan menjadi beberapa segmen berdasarkan fungsi, divisi, jenis pengguna, atau tingkat keamanan tertentu.
Sebagai contoh, perusahaan dapat memisahkan jaringan untuk staf internal, tamu, perangkat IoT, CCTV, maupun server. Dengan cara ini, setiap segmen memiliki batasan akses yang lebih jelas sehingga lalu lintas jaringan menjadi lebih terkontrol.
Penerapan network segmentation memberikan berbagai keuntungan, misalnya:
- Membatasi penyebaran ancaman siber
- Mengurangi risiko lateral movement oleh attacker
- Meningkatkan performa jaringan
- Mempermudah monitoring dan troubleshooting
- Mendukung kepatuhan terhadap kebijakan keamanan dan audit
Selain meningkatkan keamanan jaringan, segmentasi juga membantu bisnis membangun secure network architecture yang lebih terstruktur dan mudah dikelola.
Ketika Semua Perangkat Berada di Jaringan yang Sama, Apa Risikonya?
Banyak bisnis masih menggunakan jaringan yang relatif datar (flat network), yaitu berbagai perangkat dan pengguna berada dalam lingkungan yang sama tanpa pembatasan yang memadai.
Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti pengguna WiFi tamu berpotensi mengakses sumber daya internal, perangkat IoT menjadi titik masuk malware, pengguna memiliki akses ke sistem yang sebenarnya tidak dibutuhkan, serangan ransomware dapat menyebar ke seluruh jaringan, dan akhirnya tim IT kesulitan melakukan isolasi ketika terjadi insiden.
Semakin sedikit pembatasan dalam jaringan, semakin besar pula dampak yang dapat ditimbulkan ketika terjadi pelanggaran keamanan.
Cara Sistem Menentukan Siapa yang Boleh Masuk

Jika network segmentation membagi jaringan menjadi beberapa area yang lebih aman, maka access control mengatur siapa yang boleh masuk dan apa yang boleh mereka akses.
Dalam implementasi modern, bisnis memanfaatkan Network Access Control (NAC) untuk memastikan bahwa setiap pengguna dan perangkat yang terhubung telah memenuhi kebijakan keamanan yang ditetapkan. Melalui access control, bisnis dapat menentukan siapa yang dapat mengakses jaringan, perangkat apa yang diperbolehkan terhubung, dari mana akses dilakukan, serta resource mana yang dapat digunakan.
Melalui pendekatan ini, akses ke jaringan tidak lagi diberikan secara otomatis, melainkan berdasarkan identitas, peran, dan kebijakan keamanan yang berlaku.
Network Segmentation Saja Tidak Lagi Cukup
Banyak bisnis menganggap bahwa network segmentation sudah cukup untuk melindungi infrastruktur mereka. Padahal, tanpa access control, pengguna masih berpotensi masuk ke segmen yang tidak sesuai. Sebaliknya, access control tanpa segmentasi juga memiliki keterbatasan. Walaupun akses berhasil dibatasi, ancaman tetap dapat menyebar lebih luas apabila seluruh perangkat berada dalam satu jaringan besar.
Oleh karena itu, kedua pendekatan ini perlu berjalan bersamaan. Network segmentation membantu membatasi ruang gerak ancaman, sementara access control memastikan hanya pengguna dan perangkat yang berhak yang dapat mengakses segmen tertentu.
Bangun Keamanan Jaringan yang Lebih Kuat
Ketika network segmentation dan access control diterapkan secara bersamaan, bisnis memperoleh sejumlah keuntungan, di antaranya:
- Akses pengguna menjadi lebih terkontrol berdasarkan peran dan kebutuhan bisnis
- Ancaman dapat diisolasi lebih cepat sehingga tidak mudah menyebar ke seluruh jaringan
- Tim IT memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas pengguna dan perangkat yang terhubung
Hal ini sangat penting dalam mendukung implementasi Zero Trust Security, di mana setiap akses harus diverifikasi sebelum diberikan. Dengan kombinasi tersebut, bisnis dapat meningkatkan enterprise network security sekaligus menyederhanakan network security management dalam jangka panjang.
Baca Juga: Ini Alasan Infrastruktur Jaringan WiFi Menjadi Elemen Kunci Smart Office
Ruijie Networks, Solusi Integrasi Segmentasi dan Access Control
Ruijie Networks menghadirkan pendekatan yang menggabungkan network segmentation dan access control dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Beberapa kemampuan yang ditawarkan meliputi:
- Intelligent network segmentation
- Network Access Control (NAC)
- Role-based access policy
- Centralized management
- Real-time monitoring dan visibility
- Security policy enforcement
- Integrasi keamanan wired dan wireless
Melalui pengelolaan yang terpusat, tim IT dapat mengatur kebijakan akses, memantau aktivitas jaringan, dan menerapkan kontrol keamanan secara lebih efisien tanpa menambah kompleksitas operasional.
Dari Kantor hingga Retail, di Mana Saja Solusi Ini Bisa Diterapkan?
Penerapan network segmentation dan access control dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan industri.
Misalnya, pada lingkungan perkantoran, jaringan staf, HR, finance, dan tamu dapat dipisahkan untuk mengurangi risiko akses tidak sah. Di sektor manufaktur, perangkat IoT dan mesin produksi dapat ditempatkan pada segmen tersendiri agar terpisah dari jaringan operasional kantor.
Sementara itu, institusi pendidikan dapat memisahkan akses antara siswa, guru, staf administrasi, dan tamu. Pada industri retail maupun hospitality, sistem POS dapat diamankan dalam segmen khusus yang terpisah dari jaringan WiFi publik.
Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Switch yang Tepat Dapat Menentukan Kelancaran Bisnis Kecil
Dapatkan Pendekatan Keamanan Jaringan yang Lebih Proaktif Bersama Jedi Solutions
Ancaman siber terus berkembang seiring bertambahnya perangkat dan pengguna yang terhubung ke jaringan perusahaan. Maka dari itu, bisnis membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan perimeter.
Sebagai partner solusi IT dan infrastruktur enterprise, Jedi Solutions (bagian dari CTI Group) membantu bisnis merancang implementasi network segmentation dan access control yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, termasuk integrasi solusi jaringan modern dari Ruijie Networks untuk mendukung keamanan, performa, dan efisiensi operasional jaringan.
Konsultasikan kebutuhan network segmentation dan access control bisnis Anda bersama tim JEDI Solutions. Kami akan membantu merancang arsitektur jaringan yang aman, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, mulai dari lingkungan kantor, manufaktur, pendidikan, hingga retail.
Penulis: Angela Merici Retna Perwitasari
Content Writer Intern CTI Group



